Friday, June 23, 2006

Menu Favorit, nyam nyam..


Hadeuh... jadi ngiler abis baca postingan sendiri.
Makin terasa karena aku sering jauh dari rumah...
Kangen sambel goreng pete bikinan mama... ihik ihik...

Hari ini browsing2 internet dan nemu resep berikut :

Sambal Daging Cincang
Bahan:
150 g daging sapi cincang
5 sdm minyak sayur
1 lembar daun salam
1 buah tomat mer,
cincang20 mata petai, kupas, iris menjadi 2
150 ml air

Bumbu, haluskan:
200 g cabai merah, buang bijinya, kukus sampai matang
10 butir bawang merah
4 siung bawang putih
6 butir kemir, sangrai
20 g gula merah, sisir
1 sdt garam1 sdm terasi matang

Cara membuat:
Sangrai daging cincang sampai air daging habis dan kering.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan daun salam hingga harum dan matang.
Masukkan tomat, daging, petai, dan air.
Masak sampai daging empuk, kuahnya mengental dan berminyak.


Ribet ah, mending beli di RM Padang huehuehuehue...

Ngerujak nih!


Napasku sejak semalem sesak terus deh.
Kuku tangan dan kaki ampe pada biru semua, ihik…
Jadi deh aku gak masuk kantor keesokan paginya karena tubuhku kaku dan sakit semua.
Aku ceu-me-mes [baca sms] ama “babeh” di kantor ;
“Pak, gak bs msk hr ini. Sesak napas kyk wkt itu”
Trus dia reply :
“Ok, deh. Cpt sembuh ya nduk.”

Sepagian sih aku tidur. Tapi menjelang makan siang aku terbangun dan mulai merasa bosan.
Terus makan siang sambil nonton berita kriminal. Hih, ga banget deh! Quickly loose my appetite.
Mulai deh buka-buka kulkas, lemari makan dan lemari penyimpanan.
Hmm… apa ya yang bisa aku olah?
Di kulkas aku nemu buah-buahan yang kayaknya lupa dipindahin ke meja makan, jadi gak ada yang makan… “mubazir amat nih dianggurin..” pikirku.
Trus di lemari aku lihat ada bumbu pecel yang sudah separo dipakai. Ada kacang tanah mentah juga.
“Eh, asik nih. Ngerujak ah..”

Hasilnya : sesak napas hilang dan badan jadi segar!
Hahaha! Nikmatnya hidup ini...

Kalo mau tau resepnya, silakan lihat di bawah ini :

Bahan-bahan
Pepaya mengkal, senemunya
Mangga, sebuah aja atau senemunya juga
Timun, 2 buah
Apel hijau, kalau ada
kalau gak ada ya udah pake bengkoang aja
Bumbu pecel [kacang]
Kacang tanah, digoreng sampe kries kriess [garing tapi jgn gosong]
Cabe rawit, secukupnya
Kerupuk kampung, buat coel-coel

Alat-alat
Cobek, yang sedang aja ukurannya
Ulekan, yang sesuai dgn ergonomi lengan masing-masing
Pisau, yang tajem

Cara membuat
Buah-buahannya semua dipotongin dan diatur di atas piring yg cantik.
Kalo lg males & pengen cepet2, potong sembarang dan jugrukin di piring.
Semua bumbu diulek dan dicicipi.

Porsi
Tergantung banyaknya buah-buahan yg ditemukan

Selamat mencoba!

Tuesday, June 20, 2006

Apa aku pernah benar-benar jatuh cinta?

Darimana aku yakin akan hal itu?
Tak pernah aku gemetar karena rindu menggebu,
atau berteriak karena cinta menggelora.
Semua selalu kuanggap sebagai hal sewajarnya.
Apa aku keliru?

Pertemuan, pertemanan, pendekatan dan perpisahan.
Selalu kupikir itu biasa.
Apa yang kukatakan selalu itu tak istimewa?
Mengapa tak pernah kurasa getar yang berbeda?

Kedekatan, keakraban kupikir layaknya sebuah proses,
seperti ikan yang terbiasa pada air.
Tapi akankah aku mati seperti ikan,
bila keluar dari air?

Apa aku pernah benar-benar jatuh cinta?

Pagi Tadi

Pagi tadi aku memikirkan kehidupan,
dan kematian.

Ingat aku akan sebuah kalimat;
lahir sendiri, hidup sendiri, mati sendiri.
Kemana aku setelah hidup?
Jadi ingat cerita-cerita misteri di tv.

Kemana ruhku akan pergi?
Apakah tertidur menunggu dihisab?
Apakah mengelana dan melihat yang hidup?
Ikut menangis ketika mereka terpuruk, atau tertawa ketika mereka bahagia?
Aku sungguh tak akan pernah tahu jawabannya.

Satu ketakutanku;
Tuhanku tidak mencintai aku.

Thursday, June 15, 2006

Hening

Biarkan aku sebentar saja
Jiwaku ingin hening

Mataku lelah, tubuhku lelah
Sakit tubuh tak lagi terasa
Aku ingin diam,
sebentar saja.

Hanya berharap pintar itu datang lagi,
dan semuanya akan baik-baik saja.